<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7847572800743920086</id><updated>2011-12-07T05:09:11.988-08:00</updated><title type='text'>ahmad hanifah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ahmadhanifah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7847572800743920086/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadhanifah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ahmad hanifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02928709678118568853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7847572800743920086.post-8667002782165021534</id><published>2011-12-07T04:47:00.001-08:00</published><updated>2011-12-07T04:47:58.243-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Persib BANDUNG</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;       &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum bernama Persib, di Kota  Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun  1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum  nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr.  Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi  Sartika, yakni R. Atot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atot ini pulalah yang tercatat sebagai  Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan  Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali  mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara  Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama  dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang),  MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut  membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit  Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr.  Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan  diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada  tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BIVB kemudian menghilang dan muncul dua  perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni  Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond  (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat  melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang  kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang  bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,  Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persib kembali masuk final kompetisi  perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua  tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari  Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara  kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Bandung pada masa itu juga sudah  berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda  yakni Voetbal Bond Bandung &amp;amp; Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap  memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “  kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-  pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran  Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika  itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi  pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih  bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persib memenangkan “ perang dingin “ dan  menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan  sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU  dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian  menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding  yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan  SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan  eksistensi Persib di Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang.  Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan  organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan  juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa  vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan  baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi sebagai organisasi bernapaskan  perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang.  Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa  Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana  perjuangan tidak berubah sedikitpun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa Revolusi Fisik, setelah  Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan  kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung.  Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya,  Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-  prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri  di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan  Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA)  meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari  kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha  menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib  didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa,  Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjuangan Persib rupanya berhasil,  sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib  yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan  organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada  periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah  sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat  Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib  berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di  Jalan Gurame.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa itu, reputasi Persib sebagai  salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama  kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak  empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi  terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim  peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi  Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan  keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun  1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil  menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan  menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil  menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang  diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya setelah juara, prestasi Persib  cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja  terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak  playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib  juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim  nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar  Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat,  Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris  Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas  hasil binaan Persib.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7847572800743920086-8667002782165021534?l=ahmadhanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahmadhanifah.blogspot.com/feeds/8667002782165021534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahmadhanifah.blogspot.com/2011/12/sejarah-persib-bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7847572800743920086/posts/default/8667002782165021534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7847572800743920086/posts/default/8667002782165021534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahmadhanifah.blogspot.com/2011/12/sejarah-persib-bandung.html' title='Sejarah Persib BANDUNG'/><author><name>ahmad hanifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02928709678118568853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
